News Regional & Nasional 

Antisipasi Penyebaran Corona, Gereja Tiadakan Misa

Jember- Misa di Gereja Kristen Jawi Wetan dan Gereja Katholik Santo Yusuf di Jember ditiadakan, menyusul surat imbauan Keuskupan Malang tanggal 20 Maret 2020 tentang pembatasan misa. Pendeta Soni ditemui di Kapanditan GKJW Pepanthan Mawar, mengatakan, GKJW mendukung kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
“Sinode GKJW sudah menetapkan sejak tanggal 18 Maret yang lalu sampai 29 Maret,” katanya Sabtu, 21 Maret 2020.

Gereja GKJW Jember sudah membicarakan dalam rapat internal pengurus dan majelis gereja. “Kami membahas masalah itu bersama dengan pengurus dan ketua-ketua kelompok, supaya kebijakan ini tidak disalahmengertikan,” terangnya. Mulai Jum’at, 20 Maret 2020, jelasnya, jemaat GKJW sudah meliburkan kegiatan doa pagi yang biasanya dihadiri antara 75 sampai 100 orang jemaat. Misa telah diputuskan untuk liburkan, dan pelaksanaan ibadah ini di rumah masing-masing jemaat. “Kami mengirimkan tata ibadah maupun bentuk tuntunan kotbah buat warga jemaat,” kata Pendeta Soni.

Kegiatan di luar ibadah rutin minggu, seperti di komisi-komisi, juga diliburkan sampai ada pengumuman lebih lanjut. Seluruh kegiatan di lingkungan GKJW Jember ditiadakan sampai akhir Maret 2020. Hari Jumat pecan depan majelis harian akan rapat evaluasi keadaan berdasar pengumuman pemerintah. Di Gereja Katholik Santo Yusup, didapat keterangan para Romo berkunjung ke keuskupan di Malang. Namun, di kalangan jemaat beredar surat berisi pengumuman Gereja Santo Yusup meniadakan ibadah atau misa selama hingga 3 April 2020. Dalam surat tersebut diterangkan untuk menyelenggarakan misa secara privat dan disiarkan secara secara langsung melalui saluran youtube maupun tv lokal.

Related posts