News 

Bantuan Ayam Untuk Warga Miskin Jangan Dikurangi !

Program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (BEKERJA) berupa pemberdayaan masyarakat dimana Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan 50 ekor ayam usia 4 minggu kepada setiap kepala keluarga rumah tangga miskin (RTM) di Jember menuai polemik. Seorang warga curhat di media sosial, dia mengaku bahwa ayam yang diterimanya sejumlah 50 ekor tersebut, diminta dikembalikan sejumlah 25 ekor untuk diberikan kepada warga lainnya.

Curhatan tersebut pun menjadi ramai diperbincangkan netizen yang diunggah oleh akun Sary Aulia, berikut kutipan yang dituliskannya di media sosial facebook :

_”lur numpang tanya, ini di desaku menampu gumukmas dapat bantuan ayam dari pemerintah, dari balai desa dikasih 50 ekor per orang buat yang miskin, tetapi sesudah sampai di rumah diminta dibagi dua jadi masing-masing 25 ekor dikarenakan banyak yang belum kebagian, soalnya di daerah saya yang dapat banyak orang-orang mampu yang menerima, tetapi yang tidak mampu tidak dikasih, mohon bantuannya lur, ini yang bermasalah dari mananya lur,”_

Bukan hanya itu, ada akun lainnya juga berkomentar terkait program BEKERJA dari Kementan. Akun Pur Nomo Armay menuliskan berikut ini :

_“Assalamualaikum.. numpang tanya lur apakah benar di menampu yang dapat bantuan ayam dari pemerintah.. itu yang nganterin kandang ayam ya ke rumah yang dapat bantuan.. disuruh bayar 30 ribu,”_

Menanggapi curhatan warga tersebut, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menegaskan bahwa bantuan sejumlah 50 ekor tersebut tidak boleh dikurangi atau diminta kembali dengan alasan akan dibagikan kepada warga lainnya yang belum menerima.

“Itu sudah ditakar oleh pemerintah, dengan jumlah 50 ekor tersebut nanti telurnya separuh dikonsumsi dan separuhnya lagi bisa dijual sehingga asumsinya nanti rumah tangga miskin akan mendapatkan tambahan penghasilan Rp. 500 ribu perbulan. Kalau dibagi lagi kapan sejahteranya ? Tidak boleh bagito (bagi roto),” kata Bupati Faida, tadi siang di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan bantuan ayam tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan.

Lebih lanjut, Faida telah menugaskan inspektorat untuk mengusut permasalahan tersebut.

“Haknya si miskin tidak boleh digeser sedikit pun. Hari ini kita turunkan inspektorat untuk mengusut dugaan penyelewengan bantuan tersebut, ini harus ditindaklanjuti, ini ada tindak pidananya,” tegas Faida.

Menurut Faida, terdapat 12.600 rumah tangga miskin yang terdata untuk menerima bantuan tersebut. Data dari Kementerian Sosial tersebut telah melalui verifikasi ulang oleh tim Pemkab Jember berkolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Syaratnya ialah mereka yang berpenghasilan maksimal Rp. 600 ribu per bulan.

“Tidak semua kecamatan dapat bantuan, Jember sendiri hanya ada 3 kecamatan yang berbasis pertanian dan di situ ada banyak masalah stunting sehingga dengan mengonsumsi telur bisa menjadi solusi gizi bagi keluarga,” pungkasnya.

Related posts