News 

Deputi Menteri PPN/Bappenas: Capaian Pembangunan Berkelanjutan di Jember Cukup Tinggi

Pemerintah Kabupaten Jember dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat menggelar workshop “Mengonsolidasikan Pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan Open Government Partnership di Kabupaten Jember.”

Kegiatan yang dihadiri Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Ir. Slamet Soedarsono, MPP, QIA, CRMP, CGAP. ini berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis 11 Oktober 2018.

Deputi Slamet Soedarsono menjadi salah satu pembicara dengan mengangkat topik “Pentingnya konsolidasi Pelaksanaan SDGs dalam kerangka Open Government Partnership (OGP)”

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyampaikan “Kaledioskop Pemerintah Kabupaten Jember dalam transparansi dan perbaikan layanan publik”.

Pembicara berikutnya Deputi II Kepala Staf Kepresidenan di Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho, Ph. D. yang menjelaskan “Sinergitas Pelaksanaan SDGs dalam kerangka Open Government Partnership.”

Bupati Faida menyampaikan semangat OGP (Open Goverment Partnership) adalah semangat membuka kemitraan pemerintah, dan semangat lokal mengimbangi tantangan global.

Dalam paparannya, Bupati Faida menyebut ada tiga tantangan OGP. Pertama meningkatkan performa pemerintahan. Kedua mendorong partisipasi warga. Dan ketiga memperbesar daya tanggap pemerintah terhadap warga dengan prinsip universal, integrasi, dan inklusif.

“Untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun terlewatkan atau no one left behind,” terangnya.

Masih dengan semangat OGP, lanjut Bupati Faida, Kabupaten Jember menuju Jember Satu Data Pembangunan. Targetnya, pada akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) mencapai 100 persen dengan pembangunan sistem data yang terkoneksi Berbasis IT.

Terkait dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs, Bupati Faida mengungkapkan telah menyusun draft SK Bupati Jember tentang Tim Koordinasi Daerah Pembangunan Berkelanjutan (TPB) SDGs.

Langkah lainnya yaitu melaksanakan penyelarasan antara indikator RPJMD dengan SDGs. Terdapat 42 indikator RPJMD yang selaras dan 96 indikator yang senafas dengan SDGs.

Pemkab Jember juga melaksanakan identifikasi dan inventarisasi program kegiatan dan sinergitas antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya.

Lebih jauh Bupati Faida menegaskan, dengan satu tekad SDGs, di Kabupaten Jember terdapat 9 prioritas dari 17 target sasaran yang akan dicapai. Ini telah sinkron dengan sasaran pemerintah Kabupaten Jember dan selaras dengan 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati.

Deputi Slamet Soedarsono mengatakan, pemerintah Kabupaten Jember luar biasa dalam memprakarsai dan mengimplementasikan SDGs. Ini terlihat dari adanya 17 target sasaran.

“Khusus dengan keterbukaan pemerintah, dari paparan bupati dan yang terjadi di lapangan, itu membuktikan keterbukaan sudah menjadi nafas di Pemerintah Kabupaten Jember,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan akan berperan penting mengajak masyarakat berpartisipasi, mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama ikut dalam proses perencanaan dan memikirkan persoalan. Kemudian mencari cara terbaik mengatasi dan keterlibatan dalam tahapan lainnya.

Jika masyarakat sudah ikut mengawasi jalannya pembangunan, maka kemungkinan penyimpangan semakin kecil. Tantangannya, mengakselerasi terus tujuan yang akan dicapai. “Kami berharap Jember bisa menularkan kepada kabupaten lainnya,” imbuhnya.
.
Deputi Yanuar Nugroho menjelaskan, SDGs merupakan komitmen global. Hal penting yang perlu dipahami bagaimana komitmen global itu dibumikan dalam konteks daerah di Jember.

“Artinya, masalah utama apa di Jember yang dihadapi dalam pembangunan dan bisa dibantu penyelesaiannya dalam implementasi SDGs,” paparnya.

Seperti angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Menjadi penting bagaimana SDGs bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.

Laporan resmi pemerintah, ada lima persoalan yang bisa dikaitkan dengan manfaat SDGs. Lima persoalan itu yakni pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, kesenjangan, pengangguran, dan inflasi.

Untuk penerapan SDGs di Kabupaten Jember atau kabupaten lainnya, harus mengubah titik pandang. SDGs bukan semata-mata pencapaian janji global, tetapi persoalan pembangunan daerah bisa teratasi.

Related posts