News 

Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Kasus Jual Beli Satwa Lindung

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, berhasil ungkap kasus tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang berada di Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari, Jember. Selasa (9/10).

Kedatangan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan Msi, bersama Tim Ditreskrimsus Polda Jatim, yang di dampingi Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH, S.I.K., di Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, untuk menindaklanjuti kasus tindak pidana sindikat jual beli satwa yang dilindungi, yang itu berasal dari Kabupaten Jember.

Modus yang digunakan oleh CV. Bintang Terang ini, dengan melakukan pembelian satwa jenis burung yang dilindungi secara Ilegal kepada beberapa orang dengan berkedok penangkaran, Padahal izin Penangkarannya sudah Mati sejak tahun 2015.

“Hal ini diketahui setelah diidentikasi secara detail terkait asal usulnya, baik melalui mekanisme control kelahiran ataupun pemberian Sertifikat tidak satupun dari ratusan ekor burung itu teridentifikasi ,” kata Kapolda Jatim Irjenpol Lucky Hermawan saat press rilis di lokasi.

Kemudian, Petugas segera berkoordinasi dengan Polres Jember untuk menindak lanjuti temuan itu di Dusun Krajan A RT-01/RW-10 Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari dan berhasil mengamankan satu pelaku beserta 443 ekor burung langka siap ekspor ke luar negeri dan didalam negeri.

“Satu orang pelaku yang berhasil diamankan tersebut inisial (LDA alias K) warga Dusun Krajan A RT-01/RW-10 Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari yang merupakan direktur dan pemilik CV. Bintang Terang tempat penangkaran ilegal tersebut”, ungkapnya

Sementara menurut Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes. Pol. Agus Santoso, mengatakan penggerebekan berawal dari penangkapan salah seorang pelaku di luar kota Jember, dan dalam pengembangannya mengerucut pada salah satu rumah di Jember, dan kami temukan 443 ekor burung dilindungi.

Agus mengatakan dari hasil pengerebekan kita berhasil mengamankan berbagai jenis satwa. Diantaranya – 212 ekor Nuri Bayan (Eclectus Roratus), – 99 ekor Kaka Tua Besar Jambul Kuning (Cacatua Galerita), – 23 ekor Kaka Tua Jambul Orange (Cacatua Moluccensis), – 82 ekor Kaka Tua Govin (Cacatua Goffiniana), – 5 ekor Kaka Tua Raja (Proboscinger Atterimus), – 1 ekor Kaka Tua Alba (Cacatua Alba), – 1 ekor Jalak Putih (Acridotheres Melanopterus), – 6 ekor Dara Mahkota (Gaura Victoria), – 4 ekor Nuri Hitam Kepala Merah (Loriur Lory), – 6 ekor Nuri merah (Red Glory), – 4 ekor anakan Nuri Bayan.

“Atas perbuatannya tersangka akan dijerat UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp.100 juta,” tegasnya.

Related posts