Destinasi Wisata News 

Festival Sungai Bedadung. Memadukan Seni Budaya Sekaligus Melestarikan Alam

Sungai menjadi salah satu karunia Allah SWT yang ada di Kabupaten Jember. Sungai bukan tempat membuang sampah. Sungai memiliki berbagai fungsi.

Untuk mengembalikan dan mengembangkan fungsi sungai, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Festival Sungai Bedadung.

Untuk pertama kali Festival Sungai Bedadung ini digelar di lapangan SDN 02 Kelurahan Tegal Gede Kecamatan Sumbersari, Minggu 23 Desember 2018.

“Sejatinya sungai bisa menjadi tempat olahraga, sungai bisa menjadi tempat wisata, dan sungai bantarannya bisa menjadi pemersatu bangsa,” tutur bupati.

Festival Sungai Bedadung ini, menurut bupati, menunjukkan sungai bisa menyambungkan persaudaraan dan kekeluargaan dari macam-macam komunitas bantaran sungai se-Kabupaten Jember.

Festival Sungai Bedadung ini adalah suatu ikhtiar kedepan, agar  sungai bedadung menjadi destinasi wisata edukasi Kabupaten Jember yang juga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.

Bupati Faida menyampaikan, pada tahun 2019 akan dimulai wisata berbasis sungai dengan dimulai salah satunya dari Sungai Bedadung.

“Hadirnya dewan kesenian dari berbagai kabupaten menandakan suatu sinyal bahwa kita akan bisa bersinergi dengan seni budaya, karena seni adalah bahasa tanpa sekat bagi siapapun,” tuturnya.

Ketua DKJ (Dewan Kesenian Jember) Eko Suwargono menyampaikan, inisiasi Festival Sungai Bedadung ini merupakan suatu gagasan untuk mengangkat dan mengembangkan imaj Sungai Bedadung yang selama ini populer sebagai suatu nama sungai saja.

“Setelah adanya festival ini diharapkan dapat menjadi objek wisata ikonik di Kabupaten Jember yang tidak ada di kabupaten lain,” jelasnya.

Sehingga berbagai macam aktivitas seni budaya nanti dapat dilakukan di sekitar Sungai Bedadung dan dapat menjadi salah satu unggulan wisata di Jember.

“Para seniman yang ada di masyarakat tidak hanya tergantung pada tanggapan keluarga hajatan, tetapi juga ada ruang seni yang dibangun destinasi wisata untuk berekspresi,” lanjutnya.

Eko mengatakan, acara yang ditampilkan terkait erat dengan masyarakat dan seni bedadung. Diantaranya terdapat penampilan can macanan kaduk, patrol, gamelan, serta tari sakral spiritual.

Dosen Fakultas Sastra Universitas Jember ini juga berharap, Festival Sungai Bedadung dapat terus berkembang sehingga Sungai Bedadung dapat menjadi destinasi wisata yang berkualitas di Kabupaten Jember.

Pada festival ini juga dilombakan Susur Sungai Bedadung, semacam wisata petualangan yang dipelopori pencinta alam dan didukung oleh dari Basarnas.

Related posts