News 

Imigrasi Jember Deportasi Tiga WNA

Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman dan Thailand yang selama ini tinggal di Kabupaten Situbondo di deportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Jember. Petugas telah melakukan razia atas warga itu dan kena pelanggaran izin tinggal di negara Indonesia dan menyalahgunakan Izin Tinggal Kunjungan.

Tiga WNA yang di deportasi yakni berasal dari negara Jerman bernama Daniella Hempel dan WNA berasal dari negara Thailand bernama MR. Al. Imron dan MR. Kusoi di deportasi ke Negara asal mereka, karena telah melanggar undang-undang keimigrasian.

“Kita akan melakukan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi, terhadap seorang warga negara Jerman bernama Daniella Hempel¬† dan dua orang warga negara Thailand atas nama MR. Al Imron dan MR. Kusoi,” kata Kartana Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember

Kartana mengatakan bahwa, Daniella ini masuk wilayah Indonesia secara legal melalui Bandara International Juanda Surabaya pada tanggal 27 juni 2017 dengan menggunakan Visa izin tinggal kunjungan.

“Namun pada saat pertugas kami melakukan pengawasan di daerah Banyuwangi yaitu di Daerah Licin, bahwa di ketahui yang bersangkutan bekerja sama dengan seorang WNI mengelola usaha Rumah Pohon Ijen Shelter,” ungkapnya.

Kartana menyampaiakan, pada tanggal 16 Juli 2017 petugas kami melakukan mengamankannya, dan setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan mengakui bahwa bekerja sama dengan Seorang warga negara Indonesia mengelola rumah pohon,

“Sehingga yang bersangkutan telah melanggar pasal 75 undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan dikenakan tindakan administrasi dan keimigrasi berupa deportasi dan pencekalan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kedua orang warga negara Thailand ini yang bernama Imron dan Kusoi, yang bersangkutan sedang sekolah di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo dan masuk secara legal dengan izin tinggal kunjungan melalui Bandara International Juanda Surabaya pada tanggal 12 Juli 2017.

Yang bersangkutan di deportasi karena, ijin tinggalnya sudah habis dan masih berada di wilayah Indonesia kurang lebih 327 hari.

“Sehingga yang bersangkutan dikenakan pasal 78 ayat 3 undang-undang Nomor 11 tahun 2011 tentang keimigrasian berupa deportasi ke negara asal,” pungkasnya.

Related posts