Event & Bisnis Komunitas News 

Ingin Cantik dan Awet Muda ? Coba Masker Kelor Buatan Mahasiswa Unej !

Perkembangan dan persaingan industri kosmetik menyebabkan munculnya beragam produkmasker untuk kecantikan di pasaran. Mulai dari harga, merk, dan variasi bahan bakunya.Sayangnya, penggunaan masker yang mengandung bahan kimia berbahaya dapat menyebabkankulit menjadi bermasalah seperti iritasi, jerawat dan gatal-gatal pada wajah.Meida Cahyaning Putri mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jemberbersama tiga orang rekannya, Yoga Lintang Permana, Wiwik Rahayu W. dan Putri Sekaringberhasil menciptakan masker kecantikan berbahan kelor dan rempah.

Masker yang di beri namaMEREM (Masker Kelor Rempah) ini merupakan satu-satunya masker alami yang menggunakanbahan-bahan lokal sebagai bahan baku. Setelah melakukan penelitian lebih dari 3 bulan, Meidadan kawan-kawan berhasil mengkombinasikan daun kelor yang kaya antioksidan, kunyit, danberas untuk meremajakan kulit tanpa bahan kimia.“Berdasarkan kajian yang kami lakukan perawatan secara tradisional merupakan cara yangefektif dalam perawatan kulit wajah agar tetap halus dan sehat. Tentunya dengan menggunakankosmetik tradisional yang dibuat dari bahan alami tanpa penambahan bahan kimia berbahaya,”ujar Meida.Menurut Meida masker dengan formulasi penambahan bahan kelor dan kunyit masih belum ada.Padahal menurutnya, kedua bahan ini mengandung Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E danprotein, serta antioksidan yang mampu mengurangi keriput pada wajah dan peremajaan kulit. “Kelor ini termasuk tanaman yang ajaib. Karena mengandung vitamin A 10 kali lebih banyakdari wortel, kalsium 17 kali susu, protein 9 kali yoghurt, Fe 25 kali bayam dan Vitamin C.Sedangkan Kunyit mengandung Antoksidan, Antiaging dan Kurkuminoid sebagai antibakteriyang sangat bagus buat kulit terutama wajah,” imbuh Meida.

Meida pun patut berbangga, karena idenya membuat masker kelor mendapatkan apresiasi dariKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Pasalnya, Meida dankawan-kawan berhasil mendapatkan pendanaan melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidangKewirausahaan (PKM-K) Kemenristekdikti.

“Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dana 11.341.600,- rupiah. Dana itu kami gunakanuntuk membeli peralatan dan perlengkapan yang kami butuhkan dalam proses produksi danpemasaran. Produk kami kemas dengan bagus agar menarik pembeli,” lanjut Meida.Meida menjelaskan, selama ini proses produksi masih dilakukan di rumah produksi salah satutim. Namun untuk proses pengujian masker dilakukan di Laboratorium FTP. Selama bulan Marethingga bulan Juli 2019 dirinya sudah mampu menjual sebanyak 2.958 bungkus dengan hargaperbungkusnya 4.000 rupiah untuk kemasan 15 gram.“Selama ini kami lebih banyak memanfaatkan media pemasaran melalui online dan offline.Media online meliputi instagram, facebook, whatsapp, dan e-mail. Alhamdulillah produk Meremditerima dan mendapatkan respon yang baik dari para konsumen,” pungkasnya.

Related posts