News 

Ini Enam Kesepakatan Lantamal V dengan Bupati Soal Potensi Bahari

Pemerintah Kabupaten Jember mengembangkan potensi bahari yang dimilikinya. Untuk pengembangan tersebut, Pemkab Jember menggandeng Lantamal V.

Ada enam target yang telah disepakati antara Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. dengan Komandan Lantamal V Laksmana Pertama TNI Edwin, SH.

Seperti diketahui, Kabupaten Jember memiliki pantai selatan yang selama ini menjadi lahan penghasilan bagi nelayan serta sebagai tempat wisata bagi masyarakat luas.

Bupati Faida menjelaskan kesepakatan dengan Lantamal V saat menerima kunjungan Danlantamal di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis 1 November 2018.

“Kita mau mengembangkan potensi kemaritiman kita,” ujar Bupati Faida.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni melakukan survei di Pantai Papuma dan Pantai Payangan. Survei itu untuk pendirian Pos AL. Pos ini adalah pos kedua. Pos AL pertama berada di Kecamatan Puger.

“Sinergisitas ini untuk mengolah potensi kemaritiman. Kita tidak bisa sendiri,” imbuh perempuan pertama Bupati Jember ini.

Lebih jauh bupati menjelaskan ada enam target yang menjadi bahan pembicaraan dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Pertama, mengembangkan potensi kemaritiman untuk membantu nelayan yang selama ini tidak bisa berlayar selama 12 bulan.

Selama ini, ketika ombak tinggi sekitar 5 – 6 bulan nelayan berhenti bekerja. Pemkab ingin bisa membantu agar nelayan bisa mendapatkan penghasilan lain.

Kedua, penjagaan pengamanan laut dengan operasional speed boat, operasi bersama. Sinergi ini mulai dari perencanaan hingga pengoperasiannya.

Ketiga, Pos AL kedua. Keempat wisata bahari, yang salah satu kegiatannya mengembangkan wisata dayung.

Kelima, Pemkab Jember dan Lantamal V akan kembali melanjutkan bakti sosial untuk kaum miskin di pesisir pantai. Bakti sosial ini untuk memperingati ulang tahun Lantamal.

Keenam, membangun museum bahari. “Saya ingin wisata di Jember menjadi wisata edukasi,” ungkapnya.

Danlantamal V Laksmana Pertama TNI Edwin, SH., mengatakan, Kabupaten Jember menjadi salah satu perhatian.

“Kita melihat prioritas-prioritas. Dan, kita lihat Jember harus menjadi perhatian kita selama ini, karena potensi yang selama ini ada, potensi baik maupun potensi bahaya yang ada,” jelasnya.

Potensi-potensi yang dimiliki Jember ini perlu sinergi. Sinergi nantinya bisa memajukan masyarakat. Masyarakat pun memahami tentang potensi yang dimilikinya.

“Jangan sampai kita ini raksasa, tapi tidak tahu kita ini raksasa. Kita ini bangsa besar, tapi tidak sadar bahwa kita bangsa besar,” tegasnya.

Edukasi kepada masyarakat, salah satunya, pemahaman tentang menyikapi alam dengan baik. Ini diperlukan, sebab perkembangan perilaku alam saat ini sudah banyak berubah.

“Banyak hal tidak terjadi dulu, sekarang terjadi,” jelasnya. Dengan edukasi ini, upaya pencegahan dini dari pemerintah menjadi lebih bermakna.

Related posts