Event & Bisnis News 

Ini Paparan Bupati Faida Tentang Konsep Jember Smart City Untuk Layanan Publik

Kabupaten Jember, Jawa Timur salah satu kabupaten yang terpilih dalam Pelaksanaan Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tahun ini ikut di ajang “Penjurian Top Digital Awards 2019’ yang yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan kosultan idependent dan sejumlah Asosiasi TI & TELCO. Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan langsung oleh Bupati Jember, dr Hj. Faida MMR yang berlangsung pada awal November lalu di Gedung WTC I, Jl Jend. Sudirman, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember, dr Hj. Faida MMR seperti dilansir itworks.id menyampaikan presentasi bertajuk “Jember Smart City”, dari proses inisiasi, latarbelakang, peluang dan tantangan terkait kondisi geografi, proses implementasi hingga perkembangannya sampai saat ini. Dia menggaris bawahi di era digital seperti sekarang ini, memimpin wilayah yang begitu luas seperti Kabupaten Jember yang memiliki luas wilayah 3.293,34 km² dengan 248 desa yang tersebar di berbagai wilayah yang sebagian perbukitan, implementasi konsep smart city (kota pintar) berbasis teknologi informasi (TI) dan digitalisasi untuk meningkatkan berbagai layanan masyarakat, menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindari.

“Sejak tahun 2017, kami sudah membuat kebijakan terkait Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk diimplementasikan dalam sistem kepemerintahan melalui Peraturan Bupati Jember 63/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan TIK. Kemudian tahun 2017 juga sudah kita buat masterplan E-Government. Jadi proses dan berbagai persiapan menuju Smart City (kota cerdas) Kabupaten Jember sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017. Kemudian, tahun berikutnya implementasi smart city kita optimalkan dengan membentuk Dewan Smart City dan Tim Percepatan Pembangunan Smart City. Kebetulan tahun 2018, Kabupaten Jember masuk 50 kota/kabupaten pilot project smart city dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia yang diprogramkan Kemenkominfo RI. Sehingga pengembangan smart city bisa lebih ditingkatkan akselerasinya dengan inovasi baru,” ungkap Bupati dr Hj. Faida MMR.

Saat presentasi dan wawancara penjurian, ia didampingi tim, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gatot Triyono, ST.MSI dan Kepala Dinas/ Bagian TI, Rachmat Agung P.Skom. Presentasi dan wawancara pejurian berlangsung interaktif sekitar 75 menit di hadapan dewan juri yang dimoderatori oleh M Lutfi Handayani, selaku CEO Majalah ItWorks.

Dikatakan, dari sisi kesiapan infrastruktur juga dilakukan tahapan pembangunan yang lebih terarah melalui roadmap pengembangan infrastruktur digital. Di antaranya tahun 2017 dengan membangun data center (DC), kemudian tahun 2018 dilakukan pembangunan jaringan di seluruh OPD, dan tahun ini difokuskan pada pembangunan jaringan di seluruh kecamatan, kelurahan dan puskesmas. “Supaya aplikasi-aplikasi yang kita bangun di smart city bisa diakses oleh seluruh masyarakat, tentu infrstrukturya juga harus ditingkatkan. Saat ini 248 desa yang ada di Kabupaten Jember, juga sudah bisa akses atau terhubung dengan internet,” ujarnya.

Aplikasi Jember Safety Center (JSC) – FAI

Terdapat beberapa apikasi di Smart City Kabupaten Jember, yang dibangun sesuai skala prioritas berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi kebanggaan dan berdampak luas bagi masyarakat yakni, untuk Smart Living melalui aplikasi Jember Safety Center (JSC) – FAI (Fokus Anak Ibu). Jember Safety Center (JSC) merupakan sistem penanganan, reservasi dan pertolongan pertama dalam menangani kejadian kegawat-daruratan. Sedangkan aplikasi (FAI adalah sistem yang berfungsi untuk memberikan monitoring kesehatan ibu hamil dan bayi berbasis android. Aplikasi FAI mengintegrasikan sumber daya kesehatan pada level terendah, mulai dari bidan wilayah, hingga dokter speasialis dan dapat memberikan informasi yang termonitor oleh pihak pemangku wilayah.

“Aplikasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi yang ada di Kabupaten Jember. Misalnya pada tahun 2016, angka kematian bayi 218, atau 0,68% dari angka nasional. Kemudian tahun 2017, jumlah kematian bayi naik menjadi 225 kematian. Data di Kabupaten Jember, rata-rata ada 18 bayi yang meninggal setiap bulan. Begitu juga ibu hamil yang meninggal Data Kabupaten Jember menunjukkan rata-rata 4 ibu meninggal setiap bulan pada tahun 2017. Penyebab ibu meninggal karena komplikasi kebidanan yang tidak ditangani dengan baik dan tepat waktu. Sekitar 15% dari kehamilan/ persalinan karena mengalami komplikasi, sementara 85% normal. Untuk pencegahan, makanya kami buatkan aplikasi ini yang bisa memantau kondisi mereka setiap saat melalui aplikasi JSC- FAI yang bisa diakses melalui handphone. Untuk kecepatan pelayanan, kami juga siapkan kendaraan ambulans gratis, satu unit di setiap desa. Semua ibu hamil di kabupaten Jember yang saat ini tercatat 12.532 bumil (ibu hamil) juga kami cover dengan asuransi,” ujarnya.

Ditambahkan, saat ini tenaga medis yang terhubung dan menggunakan aplikasi FAI, tercatat Bidan (1.417 orang), Dokter Umum (341 orang), dan Dokter Spesialis (87 orang). Dengan aplikasi ini, mereka juga bisa proaktif membantu masyarakat. Sebab sistem pada aplikasi ini juga dapat memberikan emergency alert kepada semua pihak yang terkait (Bidan, Puskesmas, Dokter, Rumah Sakit) 14 hari menjelang HPL.

Sejak diaplikasikan JSC-FAI, dampaknya juga langsung terlihat. Angka kematian ibu dan bayi mulai ada penurunan signifikan. Karena semua terintegrasi dengan seluruh prosedur penanganan gawat darurat, termasuk tenaga medis dan kendaraan ambulans, sehingga jika ada indikasi ibu hamil berisiko, mereka bisa langsung melaporkan secara cepat melalui apikasi ini. Dengan adanya informasi yang cepat, petugas yang terhubung dengan aplikasi in juga bisa cepat diambil tindakan.

”Alhamdulilah hasil cukup signifikan. Dari data yang ada, sejak JSC-FAI diimplementasikan, tahun lalu angka kematian ibu di Kabupaten Jember turun 16.3%, sedangkan angka kematian bayi turun 26,2%. Ke depan aplikasi ini akan terus disempurnakan, temasuk pasca kelahiran untuk kesehatan ibu dan anak, melalui fitur kartu KIA digital,” ujarnya.

Aplikasi lain untuk mendukung layanan masyarakat berbasis teknologi informasi di sistem Smart City Kabupaten Jember juga terus dikembangkan. Baik yang terkait dengan sistem kepemerintahan, layanan masyarakat melalui e-government, bidang kesehatan, keamanan, lingkungan, sosial, ekonomi, perizinan dan lainnya. Untuk surat layanan masyarakat di kecamatan, sudah ada 19 macam surat keterangan yang dapat diproses melalui sistem online. Dengan aplikasi ini, Camat dan Lurah dapat memvalidasi penerbitan surat keterangan secara jarak jauh. Terkait upaya peningkatan pendapatan daerah, diterapkan e-retribusi untuk para pelaku usaha restoran, hotel dan juga para pedagang di pasar tradisional. Selain itu juga terdapat aplikasi pembayaran lain, seperti PBB online, pajak kendaraan e-samsat dan lainnya.

Letaknya yang strategis karena berada di persimpangan antara Surabaya dan Bali, Kabupaten Jember punya potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan di kawasan Timur Jawa Timur, termasuk bagi penanaman investasi. Berbagai informasi mengenai kabupaten ini juga tersedia lengkap melalui Jember Information Cener yang bisa diakses melalui portal resmi https://www.jemberkab.go.id.

“Ke depan semua layanan dan informasi akan kita kembangkan digital. Kami percaya aplikasi teknologi informasi yang dikembangkan melalui smart city memiliki peran penting dan menjadi salah satu kunci bagi keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan berbagai layanan untuk kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Related posts