Destinasi Wisata Event & Bisnis News 

JFC 2018. Sinergi Spirit Asian Games 2018, Energy of Asia !

Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam Grand Final Jember Fashion Carnival (JFC) 2018 bertema Asia Light di Alun-alun Kota Jember.

“Event Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018 telah menjadi Trending Topic di urutan pertama dan kedua, dengan 2 hashtag #PesonaJemberFashionCarnaval dan #WonderfulJFC2018. JFC 2018 yang ke 17 dengan tema Asia Light (Cahaya Asia) ini adalah inspirasi Asian Games. Dan itu sejalan dengan tema Asian Games 2018 Energy of Asia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Minggu (12/8).

Dia juga mengucapkan selamat kepada Jember yang terpilih sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017..
Selain sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017, Arief juga mengatakan, JFC juga terpilih sebagai Top-3 CoE Nasional 2018. Tentu saja dia bangga, karena JFC juga telah memenangkan 11 Penghargaan Internasional untuk kategori Best National Costumes di berbagai event internasional.
“Untuk itu kami berharap JFC ini nantinya bisa setara dengan Karnaval Kelas Dunia seperti Rio Carnival – Brazil, Pasadena Flower Carnival – Los Angeles USA, Notting Hill Carnival – London Inggris. Dan Kemenpar selalu berkomitmen mendukung JFC,” tandasnya.

 

Sementara Bupati Faida menyampaikan, JFC telah menjadi ikon Kabupaten Jember.  JFC juga mampu menarik minat para wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Jember. Di sisi lain, penyelenggaraan JFC ini telah mampu meningkatkan industri kreatif dan pariwisata Kabupaten Jember. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kegiatan sektor ekonomi masyarakat.

JFC 2018 Targetkan 700 Ribu Penonton

Fashion Carnaval (JFC) yang pada tahun 2018 ini memasuki pelaksanaan ke-17. Tak tanggung-tanggung event yang berlangsung pada tanggal 07-12 Agustus 2018 ini berani menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 700.000 pengunjung. Tahun ini JFC mengambil tema “ASIALIGHT” – Cahaya Asia, yang terinspirasi dari Asian Games, dan akan menampilkan 10 defile yang merepresentasikan negara-negara Asia yaitu Bian Lian (China), Babilonia Empire (Iraq), India, Kujang (Indonesia), Ottoman Empire (Turki), Saudi Arabia, Silla (Korea), Star, Thailand, dan Shogun (Jepang).

Presiden JFC Dynand Fariz mengatakan konsep ini memang disesuaikan dengan perhelatan Akbar Asian Games 2018. “Kami ingin menambah gebrakan dari Asian Games 2018. Bukan hanya sekedar memeriahkan tetapi memberikan kontribusi aktif untuk menggaungkan Asian Games,” kata Dynand Fariz.

Ketua Calendar of Event (CoE) 2018 Esthy Reko Astuti menyatakan JFC 2018 mendapat dukungan penuh Kemenpar dan masuk dalam 10 National Calendar of Event (CoE) 2018. “Total Event Pariwisata di Kabupaten Jember 2018 ada 144 event, yang masuk dalam top 10 National Event adalah JFC”, kata Esthy.

JFC 2018 diikuti 2500 peserta, meliputi JFC International Exhibition, Pets Carnival, JFC International Conference, JFC Kids Carnaval, JFC Rhythm Artwear Carnaval, Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia (Waci), dan JFC Grand Carnaval yang akan memeriahkan karnaval sepanjang 3,6 KM ini. BupatiJember Faida telah menyiapkan 2.000 becak hias untuk melayani tamu karnaval serta 1.000 rombong (gerobak) untuk peningkatan ekonomi rakyat.

“JFC ini eventnya kelas dunia. Salah satu karnaval terbaik di dunia. Perhelatannya selalu mampu memberikan inspirasi besar bagi Indonesia,” kata Esthy yang juga Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenpar.

Di kancah internasional JFC menduduki peringkat ke 4 sebagai gelaran terunik, dan terheboh setelah Mardi Grass (AS), Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht di Jerman (Cakwigi, 2013: 2). Karena prestasi itulah JFC 2018 menjadi salah satu event prioritas Kemenpar.

“Prestasi JFC sebenarnya masih banyak lagi. Kualitas dan kreativitas inilah yang akan diterapkan dalam JFC 2018 Kami juga memiliki agenda besar yang akan dibranding di sana,” kata Menpar Arief Yahya.

Dynand Fariz sebagai penggagas JFC memiliki banyak prestasi dan penghargaan Internasional, antara lain sebagai designer Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia, Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo – Jepang dengan konsep Lampung, hingga Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, USA. Ada juga Toraja Tongkonan sebagai Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia.

Related posts