News 

Kader Posyandu dan Anaknya Dapat BPJS dan Beasiswa

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., bertemu dengan sekitar 2.675 kader posyandu dari Kecamatan Balung, Semboro, Sumberbaru, Tanggul, dan Bangsalsari, Kamia (26/12).

Dalam pertemuan yang dikemas dalam Festival Kader Posyandu itu, bupati membicarakan perkembangan kader posyandu di Kabupaten Jember.

Dimulai dengan pemberian asuransi BPJS Kesehatan. Fasilitas ini diberikan karena kader posyandu yang menangani kesehatan masyarakat ternyata belum terdukung jaminan kesehatan dari pemerintah.

Kemudian kader posyandu mendapatkan prioritas untuk mendapatkan beasiswa Pemkab Jember, termasuk anaknya yang meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Ada 204 penerima beasiswa yang tercatat berhubungan dengan kader posyandu. Satu orang suami dari kader posyandu, 199 mahasiswa yang tercatat sebagai anak dari kader posyandu. “Empat orang adalah adalah kader posyandu yang kuliah lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya pada tahun 2019 ini, kader posyandu mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan yang juga dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember.

“Apabila mendapatkan risiko dalam bekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan,” ujar bupati.

Kader posyandu pada tahun ini juga mendapatkan seragam batik. Motif batik yang dipilih berbeda setiap kecamatan.

“Dulu tidak ada yang menjanjikan kader posyandu mendapatkan BPJS Keehatan, dulu tidak ada yang menjanjikan kader posyandu mendapatkan beasiswa, dulu tidak ada yang menjanjikan kader posyandu mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan,” jlentreh.

Bagi bupati, kader posyandu sejak awal telah bekerja secara sukarela. Karena itu, sudah sepantasnya saat ini mendapatkan apresiasi dengan sejumlah fasilitas dari pemerintah.

Dalam kegiatan yang berlangsung di PP Miftahul Ulum di Desa Yorosati, Kecamatan Sumberbaru, itu, bupati mengingatkan bahwa kader posyandu memiliki pekerjaan rumah untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir. Serta menurunkan angka kondisi kerdil atau stunting.

Related posts