Destinasi Wisata Event & Bisnis Komunitas News 

Kejurnas Terbang Layang di Jember Sukseskan PON 2020

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyampaikan rasa bangga Kabupaten Jember menjadi tuan rumah kejuaraan nasional Terbang Layang. Momen olahraga ini bentuk menjalin persaudaraan.

“Sejatinya kegiatan ini bernuansa menjalin persaudaraan yang luar biasa,” Bupati Faida di Bandara Notohadinegoro, Jum’at (26/10).

Kejuaraan Nasional Terbang Layang diselenggarakan 26 – 31 Oktober 2018. Kejuaraan ini diikuti oleh atlet dari tujuh provinsi. Sebanyak 70 atlet terdiri dari 54 atlet putra dan 16 atlet putri akan bertanding, dengan 10 orang wasit .

Lebih jauh  Bupati Faida mengungkapkan, PB FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) dan KONI Jember bersepakat untuk bersinergi mengembangkan olahraga dirgantara ini, untuk sukses PON 2020.

Kejuaraan ini diharapkan bermanfaat maksimal bagi atlet, bagi provinsi yang mengirimkan atlet, dan bagi prestasi nasional.

Selain sebagai ajang kejuaraan, Kejrunas Terbang Layang ini menjadi wisata dirgantara bagi pelajar. Bupati pun senang dapat memberikan kesempatan para siswa di Kabupaten Jember mengenal lebih dekat olahraga dirgantara dan mengenal atlet kebanggaan.

“Kesempatan ini semoga dapat dimanfaatkan sebagai satu kegiatan wisata edukasi di Kabupaten Jember,” harapnya.

Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara (Kapodirga) Terbang Layang PB FASI Marsekal Muda TNI Yoyok Yekti Setyono menyampaikan, kejurnas terbang layang di Kabupaten Jember merupakan salah satu upaya memopulerkan olahraga terbang layang kepada masyarakat.

Olahraga ini juga diharapkan memupuk rasa kebersamaan, menumbuhkan minat olahraga dirgantara. “Bahkan menambah daya tarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Jember,” kata Yoyok.

Melalui kejurnas ini, lanjutnya, diharapkan dapat menambah bibit-bibit atlet terbang layang yang berbakat, tangguh, dan handal, yang nantinya dapat dibina dan dikembangkan sehingga akan menambah perbendaharaan atlet terbang layang diindonesia.

Olahraga dirgantara terbang layang dapat menciptakan semangat bekerja dan mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, mendorong manusia di Indonesia berkualitas, produktif, dan berprestasi di semua aspek kehidupan.

Yoyok juga mengingatkan olahraga mempunyai sifat mempersatukan. Dalam olahraga akan membawa kembali dalam fitrah semula, yaitu meninggalkan status, profesi, jabatan, dan mengendalikan kemampuan sendiri sebagai manusia.

Suatu pertandingan, kata Yoyok, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan. Namun ditentukan pula oleh nasib dan keberuntungan. Tidak ada yang bisa memastikan apabila dihadapkan dalam kemampuan dan peluang yang sama.

“Seorang olahragawan disebut pahlawan apabila berhasil membawa nama baik kelompok, dan itu yang dimaksud olahraga itu bersifat mempersatukan,” katanya.

Sementara itu, Danlanud Abdurachman Saleh Marsekal Pertama TNI Andi Wijaya S.Sos,. menjelaskan, olehraga terbang layang merupakan olahraga bernuansa ilmu pengetahuan dan keterampilan, namun berisiko tinggi.

Keselamatan adalah acuan utama atlet dan penyelenggara perlombaan ini. Juga untuk mengukur kemampuan atlet dan memasarkan olahraga dirgantara.

“Semoga olahraga ini dapat menjadikan Jember sebagai kota wisata olahraga dirgantara yang memasyarakatkan olahraga dirgantara.,” ujarnya.

Related posts