News 

Khofifah Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan di Jatim

Persoalan kemiskinan diutarakan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dalam memberikan kuliah umum di Universitas Jember, tadi siang. Dia menyebut bahwa kemiskinan yang menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) adalah kemiskinan masyarakat di Pedesaan, angkanya masih 15,13 persen.

“Saya ingin fokus pada penurunan kemiskinan di pedesaan. Kemiskinan pedesaan kita di Jawa Timur masih 15,13 persen, jadi memang harus di zoom desa-desa yang masih harus mendapatkan intervensi secara lebih signifikan, dengan dikombinasikan dengan penguatan Bumdes,” kata Khofifah.

Kondisi ini sudah jauh di bawah rata-rata kemiskinan nasional, lanjut Khofifah, dimana saat ini kemiskinan nasional 9,82 persen, sedangkan kemiskinan di perkotaan 7,07 persen.

“Saya minta dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) itu bisa membantu melakukan zooming. Saya sampaikan di zoom RT/RW, tidak sekedar desa, supaya intervensi kita itu bisa lebih signifikan. Karena ada yang kemungkinan kemiskinan ini berseiring dengan tingginya angka kawin usia dini itu kemudian drop out SMP terutama semester satu kelas dua. Kemudian angka kemudian Ibu dan Bayi,” jelasnya.

Penguatan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) juga disinggung olehnya. Dia telah mempersiapkan strategi melalui Public Private Partnership (triple P) atau kerjasama dengan swasta (Non-APBD) dimana salah satu Perusahaan melalui CSR (Corporate Social Responsibility) digunakan untuk program bengkel Bumdes.

“Jadi saya ingin mendedikasikan Perusahaan itu CSR nya sebagai penguatan Bumdes. Mudah-mudahan kita bisa menyiapkan itu karena anggaran nasional untuk dana desa sudah sekitar Rp. 40 triliun, tahun depan saya dengar Rp. 75 triliun pasti harus mempunyai dampak bagi pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa,” pungkasnya.

Related posts