Event & Bisnis News 

Lomba Barista Kopi Khas Jember, Siapa Pemenangnya ?

Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar lomba menyeduh kopi atau barista di kantornya di Jalan Gajah Mada.

Perusahaan milik Pemkab  ini kedepan diharapkan tidak hanya menanam kopi, tetapi juga menjadi produksen sekaligus meramaikan tata niaga kopi khas Jember. Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan Jember Hariyanto mengatakan, pihaknya ingin memiliki penyeduh kopi khas Jember dan dari produk kebun PDP agar citarasa kopi semakin bagus.

“Ini masih awal, nanti akan dikembangkan sampai tingkat masyarakat. Lomba ini tidak sekedar diikuti karyawan saja, tetapi bisa keluarga maupun tetangganya di kebun itu, dengan medapat  pengetahuan kopi. Kita berharap akan bergerak dengan sendirinya sehingga bisa membuka lapangan kerja,” terang Hariyanto.

Lomba barista ini juga sempat disaksikan langsung oleh Sekda Pemkab Jember sekaligus Banwas PDP Kahyangan, Mirfano. Selain itu juga asa Dinas Pertanian Pemkab Pasuruan yang juga studi banding tentang kopi dan kebun di PDP Kahyangan.

Selanjutnya, dari  12 peserta lomba, masing-masing peserta terdiri dari lima kebun, enam bagian, dan satu dari direksi  sebagai penggembira saja, untuk memotivasi. Lima Kebun itu yaitu Kalimrawan, Sumberwadung, Silo, Sumber Pasang, Sumber Tenggulun, Tanggul dan Sumberpandan, Sumberbaru.

Untuk para pemenang lomba akan  dibina dan ikutkan ke even-even lain baik yang digelar PDP mapun even di Jember maupun di luar Jember. “Sambil kita promosikan Kopi Robusta, produk PDP Kahyangan, kita buat kompetisi  yang sifatnya membangun, kita dorong kopi Robusta ini menjadi iconnya Jember,” lanjutnya.

Perkembangan kopi di Jember kini trennya naik, bahkan hingga ke desa-desa. “Karena yang saya lihat, perkembangan kafe di Jember sekarang ini sudah sampai ke tingkat desa. Untuk itu bagi karyawan yang sudah membuka warung kopi, akan kita tingkatkan menjadi kafe, trennya kita naikkan”, katanya.

Bahkan, ia meminta setiap kebun harus ada kafe Corner, kalau ada tamu, yang nyeduh harus orang setempat atau paling tidak administratur bisa. “Karena kalau mempromosikan, kita tidak tahu caranya, omong kosong. Jadi inilah yang saya tanamkan, seperti slogannya Bupati Jember, bahwa minum kopi itu harus sampai hati,” pungkasnya.

Untuk penilaian menurut salah-satu juri  adalah aspek standar operating prosedur, jadi cara pembuatan, terus teknis pembuatan kopi, pembuatan dari kopi menjadi bubuk, dioleh hingga  menjadi minuman, setelah itu ada servingnya, yang dinilai kerapian, tatanan minuman itu sendiri.

“Untuk itu nanti akan dilakukan pelatihan khusus, memang konsenya disitu, menurutnya  Sumberdaya Manusiannya (SDM) harus ditingkatkan  minimal bisa menyeduh secara baik. Sehingga kopi PDP Kahyangan bisa diseduh secara representatif,” pungkas Panji Laras Gumilang, dari Makro Cofe.

Untuk para pemenang lomba even ini  adalah juara tiga diraih oleh stand Serikat Pengawal Internal (SPI), untuk juara dua adalah Kebun Sumber Pandan dan juara satu yakno Kali Mrawan. Sedangkan juara terkreatif dan juara umum diraih Kebun Sumber Pandan, dan penghargaaan khusus untuk Kebun Kali Mrawan.

Related posts