News 

PMI Jember Siagakan Personil Atasi Masalah Sosial

Siapkan 4 Dokter, Siagakan Posko Bersama Antisipasi Bencana Alam

JEMBER – PMI Kabupaten Jember proaktif terhadap berbagai masalah sosial di Jember. Terbaru PMI ikut aktif ikut membantu mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A maupun kasus keracunan ikan. Jember pernah alami KLB Hepstitis A tahun 1999 dan 2004.

Bahkan PMI menyiapkan empat dokter umum untuk membantu dinas kesehatan (Dinkes) untuk  terjun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi hepatitis A. PMI juga menyediakan kaporit gratis untuk sumber air yang dicurigai  terinfeksi Hepatitis A.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH mengatakan PMI telah membuka posko bersama bencana alam dan KLB Hepatitis A. “Kami siapkan empat dokter untuk membantu mengatasi KLB Hepatitis A.Kita dirikan posko bersama Bencana Alam di markas PMI ,” kata Zaenal Marzuki.

Dia menjelaskan.PMI telah koordibasi dengan Dinkes terkait KLB hepatitis A.”Kita sudah koordinasi dengan Dinkes.kita akan proaktif terjukan petugas ke lapangan. Sosialisasi ke warung-warung dan pedang kaki lima (PKL), khususnya di sekitar kampus Universitas Jember (Unej).
Menurut dia, sosialisasi perlu digalakkan lagi.”Kita siapkan mobil dan motor yang diberi pengeras suara untuk sosialisasi ke masyarakat,” terangnya.

Khususnya sosialisasi tentang kesehatan makanan yang disajikan di warung atau PKL. “Korbannya kebatakan mahasiswa karena makanan yang dimakan tidak sehat,”terangnya.

Selain itu, PMI juga menyiapkan tim relawan untuk antisipasi bencana alam.
Bahkan, ketua PMI Zaenal Marzuki memimpim apel relawan bencana alam dan KLB hepatitis A. sekaligus dilakukan MoU dengan Info Warga Jember (IWJ), Rabu 1/1/2020 di Markas  PMI Kabupaten Jember.

“Menghadapi musim hujan ini kami siapkan relawan kesiapsiagaan bencana alam. Kami hari ini (kemarin)  juga  MoU dengan Info Warga Jember (IWJ).”Apel ini bukan sekedar seremonial. Ini ikrar dengan tanggung jawab.  Ini juga terkait pengumuman BMKG bahwa  Januari – Februari hingga Maret terjadi hujan yang tinggi. PMI bersinergi dengan seluruh komponen,” ujarnya.

“Kita betul-betuk tunjukkan kesiapsigaan saat kita memang diperlukan
PMI memiliki tim asessment cukup banyak ditambah dari media, seperti  IJTI yang tidak sekedar stan by di lapangan.

Related posts