Event & Bisnis News 

PTPN XII “Hambat” Pelebaran Jalan ke Bandara Notohadinegoro

Pelebaran jalan utama dan satu-satunya akses menuju Bandara Notohadinegoro Jember seakan “terhambat” oleh pihak PTPN XII. Padahal Direksi PTPN XII dalam kesepakatan bersama di Jakarta bersama Bupati Jember Faida, saling mendukung dalam pengembangan Bandara Notohadinegoro menjadi bandara embarkasi haji. Bandara ini sebelumnya telah mendapat respon positif dari Presiden RI Joko Widodo agar tahun ini infrastruktur pendukung segera dibangun dengan dukungan pula dari APBN senilai ratusan miliar.

Selain itu proses pengerjaan pelebaran jalan tersebut akhirnya terpaksa belum bisa dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Jember. Meskipun saat ino masih terdapat alat berat berupa eskavator telah diterjunkan ke lokasi di areal akses jalan ke bandara, namun pihak rekanan belum bisa mengerjakan pelebaran jalan sepanjang 2 kilometer tersebut.

Hal ini disebabkan pekerjaan proyek “dihentikan sepihak” oleh pihak PTPN XII Kebun Mumbulsari, yang disampaikan secara langsung oleh pihak keamanan kebun. Menurut pengakuannya, ia diperintah oleh sinder kebun berdasarkan perintah Administratur, tanpa mengutarakan alasannya. “Saya hanya diperintah mencegah agar tidak ada pekerjaan dulu di jalan menuju bandara, alasannya saya kurang tahu, yang jelas jangan ada pekerjaan dulu,” ungkap petugas keamanan kebun yang langsung mendatangi alat berat untuk menghentikan pekerjaannya, Kamis (30/8) di jalan masuk bandara di Desa Ajung.

Tentu saja penghentian pekerjaan ini menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi kontraktor. Menurut pimpinan proyek, Regar, dalam hal ini pihaknya hanyalah sebagai pelaksana proyek saja dari Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Jember. Ketika ada masalah seperti ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas PU untuk instruksi lebih lanjut.

“Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Adm Mumbulsari, pada Jumat 24 Agustus lalu dan diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan. Waktu itu kita sampaikan rencana menurunkan alat berat pada Selasa atau Rabu kemarin, tapi tiba-tiba berubah pada saat ini kita akan menurunkan alat berat,” ungkap Regar Awuy. Bahkan, untuk menurunkan alat berat saja, Regar mengaku tidak diperbolehkan di areal PTPN XII.

Sementara Plt Kepala Dinas PU dan SDA Pemkab Jember Ir Rasyid Zakaria yang terjun ke lokasi menerangkan, bahwa secara teknis pekerjaan pelebaran jalan menuju bandara sepanjang 2 km ini telah sesuai prosedur dan legal secara hukum. “Kita juga libatkan TP4D dari unsur Kejari Jember, dan ini sudah ada kontrak pengerjaan. Khawatirnya molor karena berubah-ubahnya sikap PTPN XII terkait pelebaran jalan ini,” ujarnya. Selain anggaran itu telah tertuang dalam lelanh APBD 2018, pengerjaan proyek ini adalah untuk memperlancar realisasi Bandara Notohadinegoro menjadi embarkasi haji yang juga merupakan instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Rencananya, jalan menuju bandara ini akan dilebarkan dari 3 meter menjadi 7 meter disertai dengan dinding penguat jalan. “Kalau terus seperti ini, sangat tidak layak untuk kapasitas bandara. Karena 2 mobil bersimpangan saja, salah satunya harus turun ke berm jalan dan membahayakan, apalagi kapasitas bandara akan ditingkatkan,” tambahnya. Untuk itu pihaknya sementara waktu menunggu kebijakan lebih lanjut dari pimpinan agar realisasi proyek ini bisa segera berjalan. Sayangnya, Adm PTPN XII Perkebunan Mumbulsari, Kishartono belum memberikan keterangan resmi. Dihubungi melalui selulernya, hingga berita ini diturunkan, masih belum ditanggapi dengan baik. (mok)

Related posts