News 

Rotasi Pejabat Kembali Bergulir

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Kali ini 13 pejabat dilantik di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis 1 November 2018, untuk menempati posisi baru.

Kepada wartawan usai pelantikan, Bupati Faida mengatakan, kadang-kadang rotasi jabatan yang lambat dilakukan itu merugikan pertumbuhan karir, kejenuhan, dan membuat percepatan tidak terjadi.

“Karena itu, kita beberapa kali membuat pelantikan,” jelas Bupati Faida. “Banyak juga yang dicoba dulu Plt (pelaksana tugas, red),” imbuhnya.

Bupati mengungkapkan, untuk kesekian kali telah disampaikan bahwa mencari pejabat yang kompeten jauh lebih mudah daripada yang kompeten dan siap tegak lurus.

“Karena, kemarin kita kena musibah OTT. Namun, kita menghargai (proses hukum), praduga tidak bersalah,” ucapnya.

Sebagai Bupati Jember mendukung kerja tim saber pungli. “Tuntaskan, usut, periksa. Tidak ada saya akan menghalangi pemeriksaan ini,” tegasnya.

Bupati menyatakan tidak akan melindungi siapa pun, di Pemkab Jember atau di tengah masyarakat yang berhubungan dengan jalur Pemkab Jember, yang melaksanakan pungli atau pun korupsi.

“Tidak akan melindungi mereka,” tandasnya.

Peringatan agar tidak melakukan korupsi maupun pungli sudah berkali-kali disampaikan untuk mencegah tindak pidana itu terjadi.

Bupati meminta para pejabat maupun aparatur sipil negara lainnya untuk membuktikan dirinya tidak melakukan tindak pidana itu.

“Tapi, mankala belum tobat dan belum menjalankan perubahan, saya tidak akan menghalangi tim saber pungli untuk menjalankan tugasnya,” tuturnya.

“Sejatinya, pungli itu bukan musuh bupati, tapi musuhnya negeri. Harus sampai habis diberantas,” imbuh  Bupati Faida.

Pelantikan yang baru saja dilakukan, kata bupati, juga terkait dengan hal-hal yang terlalu rawan dengan tindak pidana.

Rotasi jabatan itu juga untuk menyelamatkan seseorang terlalu berat untuk melepaskan diri dari jaringan yang berada di dinas.

“Mereka harus diselamatkan. Mereka diberikan kesempatan di tempat baru. Mungkin di tempat baru itu lebih sesuai kompetensinya,” bupati.

Pelantikan itu harus dilakukan berkali-kali, karena bupati dan tim harus menggali dari assesment, menggali dari cv masing-masing dengan pengalamannya.

Dengan tempat baru bagi pejabat tersebut, bupati berharap mudah-mudahan menjadi tempat karir yang lebih baik dan tempat amal ibadah lebih luas.

Terkait dengan operasi tangkap tangan oleh OTT di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bupati Faida masih menunggu keteranan resmi dari kepolisian, untuk perlu tidaknya mengganti kepala dinasnya. “Kita paduga tak bersalah,” tutupnya.

Related posts