Event & Bisnis News 

Siap Beli Gabah Petani, Bulog Jember MOU Dengan Gapoktan Sejahtera

Penandatanganan Nota kesepahaman MoU kerjasama On Farm, Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Subdivre Jember dan Gapoktan Sejahtera, yang menaungi Delapan kelompok tani yang berada di Desa Rowosari, Kec. Sumberjambe, Kab. Jember.

Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Industri Hulu Perum Bulog Joni Nur Ashari, Kepala Divre Bulog Jawa Timur Muhammad Hasyim, Kasdim 0824 Jember Mayor Inf Sampak,  Pasiter Kodim 0824 Kapten Arm M Ismuni, Ka Bulog Sub Divre Jember  Wiwin Indratno beserta Stafnya, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera  Ashari Muzaki beserta 100 orang anggotanya.
Kepala Divre Bulog Jawa Timur Muhammad Hasyim dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gapoktan Sejahtera dengan dilakukannya kerjasama  untuk pertanaman per Desember, kemudian untuk hasil panen baik berupa beras maupun gabah siap dibeli oleh Bulog terkait dengan harga dan tehnisnya akan kita bicarakan dalam MoU hari ini, yang jelas kami dari Bulog siap menjadi pasar.

Kemudian sambutan Joni Nur Ashari mewakili Kepala Bulog Pusat menyampaikan terima kasih dan kerjasama On Farm ini merupakan awal yang baik, nantinya beras ini akan kita beli sesuai dengan harga pasar, kita sedang membangun penggilingan di Jambe Arum Kec Balung sehingga pabrik tersebut akan membutuhkan suplay gabah yang besar dari petani.

Dilanjutkan oleh Ketua Gapoktan Sejahtera Ashari Muzaki dalam sambutanya menyampaikan terima kasih terima kasih atas kedatangan bapak-bapak sekalian dan dilakukannya kerjasama ini dengan Gapoktan Sejahtera, Keluhan masyarakat adalah kesenjangan masalah harga, karena Bulog harga belinya dibawah harga pasar, semoga dengan dilakukannya, kerjasama ini nantinya Bulog mampu membeli hasil panen petani setara dengan harga pasaran.
Kepala Divre Bulog Jawa Timur Muhammad Hasyim menyampaikan, bahwa intinya kerjasama On Farm ini, Bulog sebagai penyangga pasar petani, biasanya petani enggan menjual hasil panennya kepada Bulog dengan on farm.
“Kita akan menyesuaikan harganya berdasarkan kesepakatan antara Bulog dan Petani, untuk harga kan dapat terbentuk setelah panen, sehingga pada saat panen itu nanti akan kita bicrakan kembali yang jelas kerjasama ini Bulog intinya tidak akan merugikan petani,” kata Kepala Divre Bulog Jawa Timur Muhammad Hasyim, Kamis (8/11).
Hasyim mengatakan, target dan realisasinya untuk Jawa Timur ini akan sekitar 10.000 hektare, bahkan bisa lebih dari itu, ini kan tahap awal untuk Kabupaten Jember, sementara kita kerjasama seluas 249 hektare nanti akan kita perluas lagi pada tahap berikutnya.
Lanjut Hasyim, hasil dari on farm ini akan kita olah ke Rice Milling Plant (RMP), yang sedang kita bangun di Desa Jambe Arum Kec Balung Kabupaten jember, pabrik RMP  tersebut kalau sudah jadi nantinya akanmembutuhkan pasokan yang besar yaitu sekitar 200 ton per hari.
“Kemudian untuk penjaminan asuransi  kita sudah menggandeng Jasindo, sedangkan untuk permodalan mungkin petani perlu modal awal BNI 46 sebagai pemodalnya dan ini juga hadir dalam rangka memaparkan tehnis dan tata caranya kepada petani,” pungkasnya.

Related posts