News 

Siswa SDN 2 Keting Dapat Penanganan Pemulihan Trauma

Menyusul ambruknya atap ruang kelas SDN 2 Keting Kecamatan Jombang beberapa waktu lalu, pemerintah berupaya mengembalikan semangat para siswa.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), pemerintah melakukan upaya trauma healing kepada murid di sekolah itu.

Upaya pemulihan psikologis dari trauma akibat peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis, 19 Desember 2019.

Ini dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan para psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Cabang Jember.

Kepala Bidang Perlindungan Anak pada DP3AKB, Nur Cahyono, menyampaikan, tujuan utama kegiatan ini supaya anak-anak di SDN Keting 2 lambat laun bisa melupakan musibah yang terjadi.

“Para psikolog akan masuk ke ranah psikologi anak-anak terlebih dahulu, dengan melakukan pemotretan kondisi anak-anak dalam bentuk permainan. Salah satunya permainan pohon masalah,” terangnya.

Dari pemotretan ini akan diketahui anak yang kondisinya perlu penanganan lebih spesifik. Jika pemotretan psikolog anak ini hasilnya sama semua, maka kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan oleh para guru dengan pola pengajaran yang membuat anak-anak nyaman.

DP3AKB mengadakan kegiatan ini, lanjutnya, untuk melindungi dan memenuhi hak anak. Ia berharap anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan nyaman.

“Dan dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar lainnya nanti,” harapnya.

Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sri Kantono, menginginkan ke depannya proses pembelajaran di SDN 2 Keting tidak terganggu, sehingga hak-hak anak untuk menerima pelajaran tetap berlangsung.

“Kegiatan ini dilakukan agar hak anak tidak ada yang hilang, dan dengan penerapan pembelajaran di luar kelas membuat anak nyaman, kembali senang, karena belajar tidak harus di ruang kelas saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Nurul merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini, karena dapat menghilangkan rasa trauma dan membantu anak-anak agar semangat belajar.

“Kejadian robohnya ruang kelas ini terjadi di ruang anak kelas lima, dan itu sangat mengagetkan anak-anak. Maka diharapkan anak-anak kembali semangat dalam menuntut ilmu,” ujar Guru Wali Kelas Lima ini.

Related posts