News 

Sopir Taksi dan Angkot Bersatu Tolak Angkutan Online

Puluhan sopir angkutan kota resmi dan taksi berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Mereka mengeluhkan dan menolak adanya keberadaan angkutan berbasis online.

Aksi mereka lalukan didepan Halaman Pemkab Jember dan membuat situasi mirip terminal angkutan kota, akibat puluhan angkot berjejer di lokasi tersebut untuk melakukan aksi mogok massal.

Mereka meminta kepada pemerintah untuk menghapus aplikasi taksi online yang kini kian menjamur di Jember. Keberadaan taksi online ini juga dinilai menurunkan rezeki angkutan umum konvensional.
“Selain merugikan kami, keberadaan sopir taksi online juga menyalahi aturan Permenhub, karena banyak sopir taksi online yang tidak memiliki SIM A Umum, disamping itu tarif yang diberlakukan juga jauh dibawah ambang batas ketentuan Dishub provinsi, sehingga kami dirugikan,” ujar salah satu sopir angkot, saat menggelar audiensi dengan jajaran Pemkab Jember.
Audiensi yang dihadiri oleh beberapa sopir angkutan ini, dipimpin langsung oleh Ir. Mirfano selaku Sekretaris Daerah Pemkab Jember, Leon Kasi Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Dishub Jember, serta Kasatlantas Polres Jember AKP. Prianggo Parlindungan Malau.
Namun, pertemuan ini tidak membuahkan hasil karena ketidakhadiran perwakilan taksi online, sehingga Ir. Mirfano akan mempertemukan kembali kedua belah pihak pada Rabu mendatang.
“Karena perwakilan dari taksi online tidak hadir, sehingga belum bisa memutuskan apa-apa, nanti pihak Dishub akan mengirim surat ke Perusahaan Taksi online untuk menghadiri pertemuan yang akan dilaksanakan Rabu besok,” kata Mirfano.

Related posts