News 

Sosialisasi Stop Rokok Ilegal. Bupati Dukung Penegakan Aturan Cukai

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mendukung operasi penindakan yang dilakukan KPPBC Jember, karena aturan memang harus di tegakkan. “Kita dukung bersama masyarakat. Mari kita laporkan apabila ada yang melanggar ketentuan cukai,” ujar Bupati Faida beberapa waktu lalu.

Bupati Faida berharap keberadaan kantor bea dan cukai di Jember bisa bersinergi untuk membina industri kecil menengah (IKM) yang berpotensi untuk mengekspor.

“Tentu  saja pelayanan yang di Jember bukan hanya pengawasan dan penindakan, tetapi juga membina dan mengakses bersama, karena bea cukai memiliki jaringan yang luas,” tuturnya.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menyampaikan, pemberantasan barang ilegal memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan pemuka agama.

Pemusnahan rokok ilegal berlangsung saat peresmian Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jember di Jalan Kalimantan 33.

Pemusnahan dilakukan bersama Bupati Faida Jember dr. Hj. Faida, MMR, Kapolres AKBP Kusworo Wibowo, dan H. Misbah. “Untuk memastikan ilegal itu kita basmi,  kita sinergi. Ini adalah operasi gabungan antara kita semua,” katanya.

Barang ilegal, lanjut Heru, beredar banyak di kampung-kampung. Pemberantasannya memiliki tingkat kesulitan tinggi jika dilakukan sendiri-sendiri.Tidak hanya rokok, barang yang disita adalah barang-barang import tidak diijinkan yang dikirim melalui kantor pos yang dapat membahayakan masyarakat.

“Kita memastikan masyarakat terlindungi, dan masyarakat bisa bekerja lebih tenang karena legal itu memang mudah,” jelasnya.

Barang yang dimusnahkan sebanyak 32 kali tangkapan. Rinciannya 27 tangkapan rokok dan 5 tangkapan barang terlarang selama periode November 2018.

Kapolres Jember AKBP Kusworo mengapresiai peresmian KPPBC Jember. Ini memudahkan bagi Polres Jember untuk berkoordinasi terkait tindak pidana cukai.

“Semoga, adanya kantor pelayanan di Jember, semakin meningkatkan sinergi dan semakin bermanfaat bagus masyarakat Kabupaten Jember.”

AKBP Kusworo mengungkapkan telah merencanakan langkah-langkah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi rokok tanpa cukai.

H. Misbah juga menyampaikan apresiasi adanya kantor bea cukai di Jember. Sehingga kemaslahatan negara dan masyarakat dapat terwujud bersama-sama.

Selaku pemuka agama, H. Misbah menyampaikan, dalam perspektif agama sesuatu yang merugikan kepada masyarakat itu hukumnya haram.  Karena itu, perlu upaya penyadaran masyarakat.

Sementara Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Arif Munawar mengapresiasi berdirinya kantor bea cukai di Jember.

“Jember dengan beberapa pabrik rokok, dan terdapat beberapa produk yang perlu dilindungi. Untuk itu kehadiran bea cukai di Jember dapat memberikan manfaat bagi sekitarnya,” katanya

Related posts