Destinasi Wisata Event & Bisnis News 

Tajemtra 2019. Antusias Warga Pantang Surut

Antusias warga Jember ikut serta dalam gerak jalan Tradisional Tanggul Jember (TAJEMTRA) tahun 2019 kali ini cukup tinggi. Bahkan diperkirakan ad sekitar 13 ribu lebih peserta aktif dan ribuan peserta pengembira turut memeriahkan Tajemtra.

Bupati Jember Faida mengatakan, adanya peningkatan peserta juga terjadi untuk peserta TAJEMTRA yang berasal dari luar Provinsi, diantarnya Batam, NTT, Papua, Jogja dan Jawa Tengah. “Jumlahnya sangat banyak dari luar provinsi, dari NTT, dari papua, dan dari Jogja, Jawa Tengah. Jumlahnya juga lumayan meningkat dari pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga kegiatan ini menjadi semakin meriah,” ujar Bupati Faida.

Menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan pada peserta gerak jalan tradisional dari kecamatan Tanggul hingga di kota Jember, dengan jarak tempuh sejauh 33 kilometer, bupati juga memberikan asuransi kesehatan kepada seluruh peserta.

Sementara anggota group media sosial Info Warga Jember (IWJ) memeriahkan Tajemtra 2019 dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 74 meter sebagai simbol 74 Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dimulai dari garis start (kantor Kecamatan Tanggul), mereka beriringan sambil melantunkan lagu kebangsaan di sepanjang jalan.

Warga dan penonton di bahu jalan ikut memberikan semangat. Menurut Slamet IWJ koordinator kegiatan mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi menyambut kemerdekaan dan menyerukan persatuan diantara perbedaan. “Jadi pembentangan bendera itu, ada maksud yang tersirat. Meskipun kita berbeda, tetapi kita masih satu bendera yaitu Merah Putih. 74 meter maknanya 74 tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Slamet.

Sementara yang cukup salut yakni Kakek asal Jember yang satu ini, layak diacungi jempol. Diusianya yang sudah lebih dari satu abad, Mbah Tukin namanya, masih semangat berjalan dengan rute yang amat jauh, bahkan hingga antar kota.

Kemarin, Mbah Tukin yang mengaku sudah berusia 113 tahun ini, menghebohkan peserta Gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemra). Sebab, dia dianggap menjadi peserta paling tua yang mengikuti gerak jalan dengan rute sekitar 30 kilometer yang digelar secara beramai-ramai sejak pagi hingga malam.

“Saya tiap tahun sudah ikut Tajem. Jadi tidak ada persiapan khusus, karena sudah terbiasa saja jalan kaki, ke sini saja saya jalan kaki dari rumah saya yang ada di Kalisat,” ujar mbah Tukin dengan bahasa jawanya yang berlogat madura ini kepada wartawan, sesaat sebelum diberangkatkan di garis start di Tanggul.

Antusiasme Mbah Tukin mengikuti Tajemtra tampak pula dari tampilannya. Tidak hanya mengenakan dresscode merah putih, bahkan pipinya juga ia warnai dengan bendera merah putih.

Even Tajemtra merupakan gelaran rutin yang digelar oleh Pemkab Jember sejak puluhan tahun terakhir. Even yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jember pada akhir bulan Agustus itu digelar untuk semakin memeriahkan kemerdekaan Indonesia. Dengan menempuh rute dari Kecamatan Tanggul yang ada di penjuru barat menuju pusat kota di Alun-Alun Jember.

Mbah Tukin, sendiri berasal dari Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Jember. Dengan mantab, Mbah Tukin ikut serta bersama ribuan peserta Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2019.

Related posts