News 

Tim Saber Pungli OTT Penilik PAUD di Sukowono

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Bersih) Pungutan Liar (Pungli) Jember melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua orang penilik PAUD di Jember. Kedua orang penilik PAUD itu adalah Abdur Rohim dan Suwidi.

Rohim merupakan penilik PAUD Kecamatan Sukowono dan Suwidi adalah penilik PAUD Kecamatan Kalisat. Tim Satgas Saber Pungli menggelar konferensi pers tentang OTT itu, Jumat (7/9).

“Kami Satgas Saber Pungli melakukan OTT kemarin di Sukowono. Ada dua orang tersangka, keduanya penilik PAUD,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Satgas Saber Pungli yang terlibat penangkapan itu antara lain Polres Jember dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 7 juta dan sejumlah ponsel.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, uang tersebut merupakan fee untuk AR dan S atas bantuan mereka kepada kedua lembaga PAUD yang telah menerima pencairan dana bantuan layanan khusus sebesar 20 sampai 25 juta.
“Kedua oknum pelaku merupakan penilik yang bertugas memberikan rekomendasi layak tidaknya PAUD tersebut mendapat bantuan. Kepada kedua PAUD tersebut pelaku meminta fee antara 10 sampai 15 persen,” tuturnya.
Abdur Rohim dan Suwidi, keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan yang memiliki kewenangan untuk mencari dan merekomendasi, keduanya bertugas sebagai pengawas dan verifikasi. Kedua lembaga yang mendapatkan bantuan yakni PAUD Cempaka Seratus dari Kecamatan Silo dan PAUD Nurul Islam dari Kecamatan Sukowono, keduanya mendapat bantuan masing-masing sebesar 25 juta yang bersumber dari dana APBN 2018.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari tangan pelaku diantaranya adalah uang sejumlah 7 juta dengan rincian 2,5 juta berasal dari PAUD Cempaka Seratus dan sisanya 4 juta 750 ribu dari PAUD Nurul Islam.
Untuk Sementara ini, sebut Kusworo, baru ada 2 PAUD yang melaporkan. Tim Saber Pungli Polres dan Kejari Jember masih akan melakukan pengembangan apakah ada lembaga PAUD lain di luar yang menjadi korban kedua oknum penilik tersebut.

Akibat perbuatannya melakukan pungli, kedua pelaku akan dijerat Pasal 12 UUD tahun 2001 atas perubahan dari Pasal 31 UUD tahun 2009 tentang korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Related posts