News Sudut Pandang 

TMMD 2019, TNI dan Pemkab Komitmen Membangun Daerah Terpencil

Pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019 ini, ditandai dengan pelepasan ratusan merpati dan diawali dengan peletakan paving pertama untuk proyek Jogging track yang ada di daerah terpencil yakni di lapangan Gayasan, Desa Gunung Malang, Sumberjambe, oleh Bupati Jember dr. Faida MMR, Danrem 083 Baladika Jaya Kolonel Inf. Bagus Suryadi Tayo, Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Arif Munawar serta Staf Ahli Pangdam V Brawijaya.

Bupati Jember dr. Faida MMR selaku Inspektur Upacara pada acara pembukaan TMMD ke-104 Tahun 2019, mengatakan bahwa TMMD ini merupakan momentum Pemerintah Daerah untuk mempercepat pembangunan desa terpencil yang selama ini belum tersentuh pembangunannya.

“TMMD ini merupakan momentum untuk membangun desa, terutama seperti peningkatan jalan penghubung desa dan wilayah yang selama ini belum tersentuh pembangunan, mumpung ada TMMD dimana TNI dan masyarakat akan gotong royong membenahi infrastruktu, sehingga nanti bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat juga,” kata Bupati Faida.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, bahwa TMMD merupakan bentuk pengewantahan kemanunggalan TNI dan Rakyat, oleh karenanya TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat.

“Pada era pembangunan saat ini, kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui program TMMD merupakan sebuah sinergi yang kuat, serta bersama-sama dengan pemerintah baik propinsi maupun daerah untuk mempercepat terwujudnya masyarakat yang sejahtera,” ungkap Bupati saat membacakan sambutan Gubernur.

Selain itu, dalam membacakan sambutan Gubernur Jatim, Bupati juga mengatakan, bahwa dengan TMMD ini, diharapkan mampu menjadi pemicu adanya kesadaran masyarakat tentang wawasan kebangsaan, bela negara dan upaya-upaya pencegahan dalam paham radikalisme.

“TMMD bukan semata-mata  membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, melainkan juga menumbuhkan semangat percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsigaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yagn sedang dan akan dihadapi, terlebih tantangan saat ini bukan lagi berbentuk imperialisme asing, akan tetapi hilangnya batas teritorial sebuah negara dengan pengetahuan dan teknologi yang seakan tidak ada batas dengan negara lain,” pungkasnya. 

Related posts