Event & Bisnis News 

Tolak Pasien Miskin, Maka Izin Klinik Bisa Dicabut

Penerbitan surat izin untuk kalangan masyarakat investor dan pengusaha kembali diberikan secara langsung oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR di Pendopo Wahya Wibawa Graha.

Penyerahan izin yang dikemas dalam acara Sarapan pagi bersama Bupati Jember ini setidaknya ada sekitar 28 ijin dari berbagai pemohon, yaitu ijin pemanfaatan lahan sebanyak 10 pemohon, ijin lokasi perusahaan sebanyak 4 pemohon, ijin faskes sekitar 3 pemohon, ijin pendirian PAUD ada 2 pemohon, pendirian SD sekitar 3 pemohon, dan ijin swalayan sekitar 3 pemohon.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menyampaikan, penyerahan ijin ini tidak hanya sekedar penyerahan perijinan yang telah selesai. Namun juga memberikan sosialisasi pada pengusaha yang berinventasi di Jember termasuk pada masyarakat yang mengajukan ijin tersebut agar benar-benar memanfaatkan ijin tersebut sebagaimana peruntukkannya.

Bupati Faida juga mengingatkan untuk perusahaan-perusahaan yang mengajukan izin, baik itu ijin investasi baru ataupun untuk pengembangan agar tetap mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Jember, salah satunya yaitu merekrut keryawan dari warga Jember sendiri.

Hal ini, ditekankan oleh Bupati Faida, agar semua perusahaan atau investasi yang ada di Jember benar-benar bermanfaat oleh masyarakat Jember. “Investasi itu tidak hanya sekedar bisnis mencari keuntungan, akan tetapi bagaimana investasi yang ada di Jember ini bisa dimanfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat Jember untuk meningkatkan perekonomiannya”, jelasnya.

Bupati Faida juga menitipkan kepada para pemohon izin Fasilitas Kesehatan dan Klinik medis agar tidak menolak warga miskin yang berobat meski warga miskin tersebut tidak memiliki kartu asuransi. “Saya titipkan agar pemohon ijin klinik dan Faskes yang hari ini hadir, agar tidak menolak warga miskin berobat, meski itu tidak memiliki kartu asuransi. Ingat, saya tidak mau mendengar hal itu terjadi, jika itu terjadi, maka Pemkab Jember akan mengambil tindakan dengan mencabut kembali ijinnya. Beri pertolongan dulu, masalah lain-lain itu bisa dikoordinasikan dengan dinas terkait, karena nyawa pasien itu lebih berharga dari uang berapapun,” tandas Bupati Faida.

Related posts