News 

Wabup Melepas Tim Sepeda Jelajah Nusantara

Wabup Jember KH Muqiet Arif melepas pemberangkatan dari Tim Sepeda Jelajah Nusantara yang sudah menempuh rute dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Jawa.

“Secara kebetulan kita ketempatan dilewati jalur dan sempat bermalam di sini di Kabupaten Jember sesuai dengan disampaikan oleh ketua tim bawah ini adalah sebuah event. Sebuah kegiatan dalam rangka untuk bagaimana menggairahkan masyarakat untuk senang berolahraga, sebetulnya Olahraga apa pun cuman ini sepeda yang sedang dilaksanakan tetapi pada intinya bagaimana caranya mensyaratkan senang berolahraga,” terang Wabup KH Muqiet.

Dia menamnahkan, even ini sangat menarik dari peserta yang ada, itu ada dari Papua, Pontianak, Bali, Solo, Jogja, Pasuruan dan lain-lain. Ada 15 atlit yang ini kesemuanya dari budaya yang berbeda dan juga agama yang berbeda, tetapi mereka menjadi satu tim yang sangat solid.

Mereka betul-betul menjadi tim yang sangat bagus, dan ini sebetulnya di hari Sumpah Pemuda. Ini merupakan sebuah event yang sangat perlu di renungkan oleh kita semua, di tengah-tengah dimana masyarakat Indonesia sekarang, sepertinya ada benih-benih distorsi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga kebersamaan ini walaupun di kemas kedalam olahraga, berupa sebuah kemasan Bhinneka tunggal Ika, yang diharapkan akan menginspirasi bahwa keberagaman itu memang sudah Sunah tulloh, sesuatu yang tidak bisa di hindari untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, semoga dengan yang lihat bersama ini bisa menginspirasi kita. Bahwa sebetulnya kerukunan itu sesuatu yang sangat mahal sekali harus di pertahankan dan kembangkan,” ujarnya.

Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada atlit Jember yang akan mengantar sampai perbatasan Jember-Lumajang, seandainya kabar ini di mulai dari awal dan kedepan akan lebih banyak yang mengantar.

Mungkin pada waktu yang akan datang atlit Biker Jember akan bisa di ikut sertakan, dan sudah sampaikan kepada ketua panitia, jadi insya Allah di waktu yang akan datang, akan di ikut sertakan.

“Karena teman-teman Gowes itu di Jember cukup banyak sekali dan bersepeda ini menjebatani tidak ada strata atas bawah, yang kaya, miskin, pejabat dan rakyat, ketika sudah gowes itu melebur menjadi satu dan itu sesuatu yang sangat menarik,” ujarnya.

Related posts